Beranda > Teknologi Informasi Komunikasi > Trilogi : Pengalaman Pribadi (Pertama!) Bikin Blog

Trilogi : Pengalaman Pribadi (Pertama!) Bikin Blog

Senin, September 8, 2008 elmuttaqie Tinggalkan komentar Go to comments

Bagian Satu : Kenapa Bikin Blog?

Pendahuluan

blogTulisan berikut adalah semacam jawaban (atau sekedar ngeles..) atas sejumlah pertanyaan yang diajukan teman-teman sepermainan kalo lagi main layang-layang di pinggir pantai, rekan-rekan sesama guru baik di lingkungan madrasah tempat saya bekerja maupun rekan-rekan sesama guru dan sebagian siswa tentang hobi baru saya bikin blog.

Kebanyakan nanya: kenapa harus bikin blog? gimana sih caranya bikin blog? Eh bikin supaya gini gitu tuh gimana caranya sih? Susah nggak ya bikin blog itu? dst… Untuk pertanyaan pertama saya tentu saja bisa menjawab dan harus menjawab karena ini terkait dengan tanggung jawab moral dan kejelasan tujuan pembuatan blog kita. Agar orang lain tidak salah sangka dan memberikan label tertentu yang kurang baik. Lho banyak kan blog yang niatnya gak baik dan hanya menjadi ajang pamer serta tujuan untuk mempopulerkan diri dengan cara dan maksud yang negatif? Adapun pertanyaan kedua dan seterusnya tidak berhak saya jawab karena ilmu saya masih belum nyampe ke sana.

Saya hanya bisa menjawab pertanyaan : Kenapa harus bikin blog? Jawabannya simpel aja… yakni oleh karena saya dinyatakan lulus sertifikasi guru madrasah di bidang TIK (tapi mohon dicatat: masih belum terima TUNJANGAN PROFESI) maka saya harus memiliki keterampilan dalam bidang atau mata pelajaran yang saya ajarkan. Blog meski tidak (atau belum sih tepatnya!) tercantum dalam kurikulum TIK SMA dan Madrasah Aliyah namun merupakan fenomena terkini dunia internet. Zaman saya kuliah dulu S1 dulu (1995-2001an) paling top cuma chatting via mIRC atau kalo mau lebih eye catching ya via Yahoo Messenger. Yang punya situs pribadi agak langka apalagi untuk kelas mahasiswa, jauh banget deh…. Nah sekarang mungkin anak SD pun kalo dia udah jago surfing, melek iptek dan jago bahasa Inggris, mungkin saja bisa bikin blog. Siapa tau isinya malah gak kalah sama yang digarap oleh orang dewasa (tapi saya alhamdulillah sampe sekarang belum nemu blog milik anak SD sih…)

Blog, friendster, facebook, youtube, photobucket dan sejenisnya belum diungkap secara detil oleh kurikulum nasional kita. Tapi saya kira wajar saja karena kurikulum sekarang kan udah KTSP artinya sekolah masing-masing dituntut untuk berkreasi dan menonjolkan karakteristik sekolahnya masing-masing melalui silabus, materi, RPP dan dokumen administratif lainnya. Kurikulum nasional hanya memberikan patokan yang sifatnya mendasar.

Seperti pengalaman saya mengajar TIK. Berhubung kemampuan madrasah kami tidak sekuat sekolah-sekolah lain yang jauh lebih kaya, maka kami hanya mampu beli sejumlah komputer bekas pentium 3 yang kemampuannya hanya bisa menampilkan sistem operasi Windows ME dan software yang kompatibel dengan sistem operasi bersangkutan. Printer gak punya, jaringan LAN gak punya, apalagi internet… Kadang-kadang karena usia komputer nya memang sudah uzur apalagi listrik di madrasah kami juga gak kuat karena tidak mampu menambah daya disebabkan keterbatasan dana, akhirnya ada satu dua tiga empat (pokoknya banyak lah!) yang ‘tewas’. Udah berusaha dikanibal oleh guru TIK nya sampai dijampi-jampi dengan air doa, tetap juga gak mempan. Untuk menyikapi kondisi tersebut kami akhirnya mengalihkan materi yang terkait dengan praktek komputer ke materi tentang handphone, dengan pertimbangan masih sama-sama terkait dengan dunia TIK. Kalo toh harus berurusan dengan materi komputer diusahakan hanya sebatas materi teoritik saja dan yang bersifat pengembangan wawasan, sekedar tau informasi terkini dan yang jelas bukan praktek.
Jadi sekali lagi kalo ditanya kenapa saya bikin blog, jawabannya cuma satu: pengen belajar agar bisa mengajar. Seorang guru yang profesional dan berdedikasi penuh pada pekerjaannya harus nya selalu mengupdate pengetahuan, wawasan dan keterampilan nya, terutama di bidang yang menjadi wilayah tanggung jawab profesi keguruannya. Makanya saya gak malu untuk bikin blog yang sesungguhnya isinya ini masih sangat malu-maluin. Tapi biarlah para pengunjung mungkin akan sangat memaklumi keterbatasan saya dalam nulis dan mendandani / mendesain blog. Yang penting niat awalnya insya Allah lurus, tidak bengkok, tidak untuk kepentingan pemilu 2009, hehehehehe…..

  1. Selasa, September 9, 2008 pukul 08:44 | #1

    Salam kenal, dari guru kampung. 
Blognya bagus. Semangat!

    —-> guru kampung tapi wawasan kota, iya kalo lah? Yg jelas saya belajar banyak dari blog sampeyan, mudah-mudahan jaringan ukhuwah antar guru blogger banua akan semakin erat dan memberi mashlahat besar utk kemajuan pendidikan di daerah. Saya juga guru kampung mas suhadi.. pengen ikutan gaya guru kota yg salah satu cirinya jar hrs bisa bikin blog.. walhasil dengan cucuran air mata, blog saya alhamdulillah berhasil dibikin dgn tambal sulam di sana sini.

  2. Selasa, September 9, 2008 pukul 09:21 | #2

    Salam… blog sampeyan oke. Saya Taufik dari MAN 2 Banjarmasin, blog sampeyan dah saya link, bisa tukar menukar informasi melalui blog. Titip salam tuk guru2 MAN Kotabaru, wabil khusus “kawan angkatan 98″ Yuliansyah Annur, kapan jd blogger??
    http://taufik79.wordpress.com

    —–> kami guru-guru MAN Kotabaru juga titip salam dgn guru-guru MAN 2 Model Banjarmasin… terutama gasan pak Riduansyah. Yuliansyah Annur sekarang sdh bisa jalan (lho?) maksudnya sehat wal afiyat dan masih tetap pakai kacamata. Saya malah khawatir dengan bahasa yg akan digunakan oleh anak mereka kelak, bhs inggris apa bhs arab atau jangan2 malah campuran… Jadi blogger baru-baru aja, kalo niatnya sih sdh lama sekali…, maklum fasilitas terbatas!

  3. heriyah
    Kamis, September 18, 2008 pukul 11:28 | #3

    Hanya memberi saran, boleh juga tuh cerita pengalaman dan perjuangan hidupmu di jadikan buku bak trilogi karya Andreas Hirata. Bedanya adalah seorang penutur, yakni seorang guru yang langsung menceritakan kisah petualangannya dalam proses belajar mengajar di ‘kota terpencil.’

    —-> mbak her, kalo cerita hidupku selama di Kotabaru dijadikan buku, aku khawatir jangan-jangan banyak penerbit yg menolak krn isinya kebanyakan cerita porno semua.. jadi dikhawatirkan akan meracuni generasi muda. Memangnya aku Indiana Jones kali? jadi guru ya bukannya berpetualang tapi tersesat (hallaaaah, malah ngawur lagi…). Salam sama temen-temen angkatan kita yg mungkin saja mbak her temui. Kenanglah diriku yg selalu ngefans padamu, hehehehehe!

  4. Kamis, Oktober 16, 2008 pukul 14:30 | #4

    Salam kenal Bung Zainal,

    This is a nice blog. Please keep it update! Thank you for linking my blog address as well in your site. Hope that this is gonna be a good start to share more later.

    Best regards,

  1. Belum ada trackback.